Dilihat: 1672 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 05-08-2020 Asal: Lokasi
Itu piezo buzzer menggunakan bahan piezoelektrik. Bahan piezoelektrik menghasilkan listrik ketika diberi tegangan, dan menjadi tegangan ketika diberi listrik.
Elemen piezo adalah untuk merekatkan bahan piezoelektrik pada lembaran logam. Ketika tegangan bolak-balik diterapkan pada elemen piezoceramic, bel akan berubah bentuk secara mekanis dan berbunyi karena efek piezoelektrik terbalik.
Itu bel magnetik menggunakan aksi koil pada bel untuk berbunyi.
Buzzer magnetik terutama terdiri dari osilator, kumparan, magnet, piringan getar, dan casing. Setelah listrik dihidupkan, arus sinyal audio yang dihasilkan oleh osilator melewati kumparan elektromagnetik, sehingga kumparan elektromagnetik tersebut menghasilkan medan magnet. Disk yang bergetar secara berkala menggetarkan suara di bawah interaksi kumparan elektromagnetik dan magnet.
Perbedaan antara Piezo Buzzer dan Magnetic Buzzer:
1. Tegangan dan arus pengoperasian
Sedangkan untuk buzzer piezoelektrik merupakan perangkat yang digerakkan oleh tegangan yang memiliki tegangan operasi lebih lebar antara 3V hingga 220V, sedangkan arusnya biasanya kurang dari 20mA.
Sebaliknya, buzzer magnetik pada dasarnya adalah perangkat yang digerakkan oleh arus dan biasanya memerlukan lebih dari 20mA untuk beroperasi. Tegangan yang diberikan bisa serendah 1,5V atau hingga sekitar 12V.
Jadi, agar produk Anda bekerja dengan lancar, disarankan untuk tidak melebihi volume pengoperasiantage kisaran bel.
2. Tingkat Tekanan Suara
Saat membeli buzzer, Tingkat Tekanan Suara (SPL) juga harus dipertimbangkan. Buzzer biasanya menggunakan jarak 10cm sebagai standar pengujian. Umumnya sebanding dengan tegangan masukan. Misalnya, jika jarak ditingkatkan dua kali lipat, maka akan dilemahkan sebesar 6dB, sebaliknya, jika jarak dikurangi menjadi setengah, SPL akan meningkat sebesar 6dB.
Buzzer magnetik dapat mencapai level 85dB / 10cm, dan tipe piezoelektrik memiliki SPL yang lebih keras.
3. Ukuran
Besar kecilnya buzzer akan mempengaruhi SPL dan frekuensinya. Ukuran tipe magnetik dari minimal 7mm hingga maksimum 25mm, dan tipe piezoelektrik dari 12mm hingga 50mm atau lebih.
4. Modus berkendara
Buzzer piezoelektrik dan magnetik memiliki mode self-drive berbeda yang digunakan. Kedua buzzer tersebut mempunyai tipe self- Excited, disebut juga indikator, yang mempunyai rangkaian penggerak internal, sehingga buzzer dapat mengeluarkan suara selama berinteraksi dengan arus searah.
Selain itu, karena prinsip kerja yang berbeda, cara kerjanya juga berbeda. Jadi, bel magnet dapat digerakkan oleh ½ gelombang persegi, sedangkan bel piezoelektrik mungkin memerlukan gelombang persegi penuh untuk hasil yang lebih baik.
Buzzer mana yang paling sesuai dengan aplikasi Anda?
Dalam memilih bel, penting untuk mempertimbangkan parameter kelistrikan dan fisik yang diperlukan. Selain frekuensi dan SPL, tegangan operasi, penarikan arus, dan frekuensi resonansi merupakan faktor kunci saat memilih antara piezo dan buzzer magnetik.
| Bel piezo | Bel magnetik | |
| Metode Operasi | Efek Piezoelektrik | Efek Elektromagnetik |
| Ukuran | Besar (7-50mm) | Kecil (4-25mm) |
| Frekuensi Resonansi | Tinggi (1-6khz) | Rendah (1-3khz) |
| Tegangan Operasi | Tinggi (3-250v) | Rendah (1,5-12v) |
| SPL | Lebih keras (85-120db) | Lebih rendah (70-95db) |
| Konsumsi Saat Ini | Rendah (1-35mA) | Tinggi (20-120mA) |
Tegangan operasi yang luas
Konsumsi saat ini lebih rendah
Frekuensi berperingkat lebih tinggi
Jejak yang lebih besar
Tingkat tekanan suara yang lebih tinggi
Tegangan operasi sempit
Konsumsi saat ini lebih tinggi
Frekuensi terukur lebih rendah
Jejak yang lebih kecil
Tingkat tekanan suara lebih rendah
Struktur piezo buzzer sederhana, tetapi suaranya lebih besar, yang digunakan untuk peralatan seperti alarm. Bel magnetik lebih murah, banyak digunakan pada peralatan rumah tangga, kendali jarak jauh, motherboard dan pengatur waktu, dll.